![]() |
| Mesut Ozil selalu berdoa sebelum kick off dimulai |
Mesut Ozil - Siapa yang tak kenal Mesut Ozil? gelandang serang Arsenal yang satu ini tak hanya memakau para fansnya dengan skill mengolah kulit bundarnya yanag sungguh menawan. Namun juga terkenal sebagai sosok gelandang serang yang religius.
Hal itu terbukti dari setiap laga pertandingan yang hendak dilakoninya. Sebelum kick of dimulai, ia selalu menadahkan tangan dan berdoa kepada Allah SWT. Karena seperti kita ketahui, ia adalah satu pemain arsenal yang beragama islam.
Ozil merasa nyaman dengan suasana timnya yang kondusif. Sebagai muslim ia merasa rekan setimnya memiliki respek yang tinggi.
Pemain Timnas Jerman tersebut dikenal sebagai muslim yang taat. Ozil menilai menjadi sosok religius tidak mesti harus ditunjukkan, sebab ia melakukannya untuk diri sendiri.
“Saya sangat religius. Hal itu tumbuh dari keluarga saya. Sangat penting untuk terus melakukan sholat lima waktu. Berdoa di atas lapangan, Saya tidak melakukannya agar semua orang tahu saya muslim. Saya melakukan untuk diri saya sendiri. Ini semua tentang apa yang Anda percaya,” ungkap Ozil dilansir Times, Senin (21/12/2015).
Ozil menambahkan, meski berbeda keyakinan ia tetap menghormati keyakinan rekan-rekan satu timnya. Hal itu yang juga yang membuat gelandang berusia 27 tahun kerasan berada di Emirates Stadium.
“Di Arsenal, seluruh tim memberikan saya respek. Mereka menghormati apa yang saya yakini begitu juga Saya menghormati apa yang mereka yakini,” tuntas pemain berdarah Turki tersebut.
Pemain Timnas Jerman tersebut dikenal sebagai muslim yang taat. Ozil menilai menjadi sosok religius tidak mesti harus ditunjukkan, sebab ia melakukannya untuk diri sendiri.
“Saya sangat religius. Hal itu tumbuh dari keluarga saya. Sangat penting untuk terus melakukan sholat lima waktu. Berdoa di atas lapangan, Saya tidak melakukannya agar semua orang tahu saya muslim. Saya melakukan untuk diri saya sendiri. Ini semua tentang apa yang Anda percaya,” ungkap Ozil dilansir Times, Senin (21/12/2015).
Ozil menambahkan, meski berbeda keyakinan ia tetap menghormati keyakinan rekan-rekan satu timnya. Hal itu yang juga yang membuat gelandang berusia 27 tahun kerasan berada di Emirates Stadium.
“Di Arsenal, seluruh tim memberikan saya respek. Mereka menghormati apa yang saya yakini begitu juga Saya menghormati apa yang mereka yakini,” tuntas pemain berdarah Turki tersebut.

0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.