van gaal vs hiddink
Louis Van Gaal Vs Guss Hiddink
Liga Inggris - Pertemuan antara Manchester United VS Chelsea nanti malam tentunya akan sangat menegangkan. Pasalnya, dalam pertandingan krusial tersebut akan mempertemukan dua manager hebat yang sama-sama berasal dari Belanda. Mereka adalah Louis Van Gaal selaku manager The Red Devils dan manager sementara The Blues, Guus Hiddink.

Siapa yang lebih hebat diantara kedua manager tersebut? Jawabannya akan tersaji nanti malam.

Jika dilihat darai cara melatih, menurut Wesley Sneijder, Guus Hiddink bisa dikatakan sebagai 'paman yang bersahabat' bagi para pemain yang dilatihnya. Sedangkan Louis van Gaal dijulukinya 'guru sekolah yang keras'. Dua pelatih Belanda yang bertolak belakang itu itu malam nanti akan saling berhadapan di Old Trafford.

Van Gaal dan Hiddink berada dalam situasi yang sangat berbeda saat mendampingi timnya masing-masing, Manchester United dan Chelsea, Selasa (29/12/2015) dinihari WIB nanti.

Namun untuk saat ini, Van Gaal tengah terjepit setelah Manchester United selalu kalah dalam empat pertandingan terakhir dan tak pernah menang di tujuh pertandingan ke belakang. Laga menghadapi Chelsea ini dirumorkan jadi kesempatan terakhir bagi Van Gaal untuk bisa menyelamatkan kursi manajer di MU.

Sedangakan Hiddink dalam situasi yang berkebalikan. Dia belum genap dua pekan melatih Chelsea (lagi) setelah ditunjuk sebagai manajer interim sebagai pengganti Jose Mourinho. Di akhir pekan kemarin Chelsea bermain imbang dengan Watford setelah sempat tertinggal lebih dulu.

Van Gaal dan Hiddink mungkin tidak punya perseteruan sesengit Josep Guardiola dengan Jose Mourinho, atau Arsene Wenger dengan Sir Alex Ferguson. Tapi relasi dua pelatih top Belanda itu bukan berarti berjalan langgeng.

Di Liga Belanda pada periode 1970-an sampai 1980-an, Van Gaal dan Hiddink bukan pemain yang menonjol di klubnya masing-masing, Mereka juga cuma memperkuat klub semenjana. Tapi mereka sama-sama punya trofi liga dan piala di kompetisi Eropa setelah jadi pelatih. Di tim nasional Belanda mereka bersama-sama mengantar negaranya masuk ke semifinal Piala Dunia.

Biasa-biasa saja sebagai pemain, Van Gaal dan Hiddink punya prestasi yang lebih baik setelah menjadi pelatih. Dua klub raksasa Spanyol di waktu bersamaan pernah menggunakan jasa mereka. Sebut saja Tim Raksasa seperti Barcelona pernah mengontrak Van Gaal dan Tim rivalnya, Real Madrid mempekerjakan Guus Hiddink.

Duo manager asal Belanda itupun bertemu di El Clasico pertama musim 1998/1999. Dalam duel saat itu, sama sekali tidak ada jabat tangan, tidak ada saling sapa, dan keduanya saling tidak menganggap keberadaan yang lain di pinggir lapangan. Atas sikapnya itu surat kabar terbitan Belanda, De Volkskrant, menjuluki kedua pelatih itu sebagai ‘Dumb and Dumber’ lantaran lima pemain Belanda yang ada di atas lapangan saling menyapa dan berpelukan sesudah laga tuntas.

Melompat dari satu klub ke klub lain dan juga merasakan menjadi pelatih tim nasional. Jalan hidup serta karier Van Gaal dan Hiddink punya banyak kesamaan. Namun keduanya juga punya perbedaan besar dalam soal karakter.

Sebagaimana disebutkan Sneijder, Van Gaal adalah sosok yang keras. Dia adalah tipe otoritarian, yang membuatnya dapat julukan Golden Tulip. Pria 64 tahun itu memandang sepakbola dalam metode-metode tertentu, yang selalu dikatakannya sebagai sebuah 'filosofi'.

Filosofi itu sudah memberi Van Gaal banyak sukses, termasuk yang terakhir mengantar Belanda mencapai semifinal Piala Dunia 2014 lalu. Namun di tahun keduanya bersama The Red Devils Van Gaal seperti kehabisan akal. MU di bawahnya tampil sangat membosankan tahun ini dengan lebih banyak mengalirkan bola ke kedua sisi lapangan untuk kemudian di-crossing atau dikembalikan ke belakang.

Hiddink, di sisi lain, punya pendekatan yang lebih lembut ke pemain-pemainnya. Dia sering membebaskan pemain untuk menunjukkan kemampuan yang dipunya, ketimbang mengontrol mereka dengan aturan-aturan yang tegas di atas lapangan.

Duabelas gelar bersama PSV, posisi empat Piala Dunia 1998 bersama Belanda, posisi empat Piala Dunia 2002 bersama Kore Selatan dan semifinal Piala Eropa 2008 bersama Rusia adalah pembuktian kalau pendekatan Hiddink bisa memberi sukses buat timnya. Tapi tentu saja tidak semua berjalan baik.

Menggantikan Van Gaal sebagai pelatih timnas Belanda usai Piala Dunia 2014, Hiddink justru dianggap menjerumuskan Tim Oranje. Timnas Belanda jeblok di Kualifikasi Piala Eropa 2016. Dia digantikan Daley Blind di bulan Juni dan Belanda gagal dapat tiket ke Piala Eropa 2016.

Hiddink dianggap gagal melanjutkan sukses Belanda di bawah Van Gaal. Namun malam nanti Hiddink bisa mendepak kompatriotnya itu dari kursi manajer MU jika Chelsea bisa pulang dengan kemenangan. Kita saksikan saja nanti malam. Selamat menonton.

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top